Bagi kawan-kawan yang ingin melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo sering menjadi pilihan utama di kalangan pelajar Indonesia. Berbeda dengan mahasiswa Malaysia yang tersebar merata, sekitar 80% mahasiswa Indonesia berkumpul di Kairo, sisanya di cabang Al-Azhar di berbagai muhafadzoh. Kualitas pendidikan di Kairo maupun daerah tidak jauh berbeda, karena diajarkan oleh para Duktur (doktor-dosen) yang kompeten. Namun, dinamika organisasi di Kairo lebih hidup, dengan banyak komunitas seperti PPMI, senat mahasiswa, kekeluargaan, kajian, dan hobi yang diinisiasi oleh Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir). Ini cocok untuk kalian yang suka berorganisasi, meski skala organisasinya kecil namun mampu melatih jiwa kepemimpinan.
Tantangan di Kairo
Semangat belajar di Kairo kadang melemah akibat lingkungan dan hambatan fisik. Mahasiswa harus siap berdesakan di bus seperti Bus 80 coret (dari 10th District) atau 24 jim (dari 7th District) selama satu jam perjalanan. Kuliah dengan metode muhadharah menggunakan bahasa ‘ammiyyah (bahasa Arab Mesir cepat dan membingungkan bagi pemula) sering terasa berat. Setelah pulang sekitar pukul 16.00 dalam kondisi lelah, banyak yang memilih bersantai daripada belajar, terutama karena absensi tidak wajib kecuali untuk yang sangat berdedikasi. Namun, dengan tips tertentu, lulus tetap bisa dicapai.
Pilihan Fakultas di Al-Azhar Kairo 2025
Fakultas Ushuluddin
Fakultas tertua di Al-Azhar ini masih menjadi favorit mahasiswa Indonesia, dengan alumni terkenal seperti Dr. Yusuf al-Qardhawi dan Dr. Wahbah Zuhaily. Mata kuliahnya tidak terlalu sulit namun membutuhkan ketekunan dan pemahaman mendalam. Setelah tahun ketiga, pilih salah satu jurusan:
- Jurusan Ulum at-Tafsir: Fokus pada tafsir, sejarah, dan tantangan modern.
- Jurusan Ulum al-Hadits: Pendalaman hadits dan takhrīj dari kitab-kitab terpercaya.
- Jurusan Aqidah Filsafat: Membutuhkan pemahaman tajam dan bahasa Arab yang kuat.
- Jurusan Dakwah wa ats-Tsaqofah: Umum, mencakup dakwah dan budaya lain, tapi jumlah mata kuliah banyak.
Catatan: Beberapa mahasiswa Indonesia meraih predikat mumtaz (unggul), bahkan melebihi rekan Mesir.
Fakultas Syariah wal-Qanun
Fakultas favorit ini mengharuskan pemilihan jurusan sejak awal:
- Jurusan Syariah Islamiyyah: Fokus pada fikih, dengan opsi madzhab (kebanyakan Syafi’i). Hafalan dalil penting.
- Jurusan Syariah wal-Qanun: Berorientasi hukum internasional dan positif (berbasis hukum Prancis di Mesir). Materi tebal dan kosakata kontemporer menjadikannya berat; jarang selesai dalam 4 tahun.
Fakultas Lughah al-‘Arabiyyah
Terbagi menjadi tiga jurusan sejak tahun pertama, tapi mahasiswa Indonesia biasanya memilih Lughah al-‘Arabiyyah wa al-Adab. Ini bukan untuk pemula; diperlukan dasar bahasa Arab kuat untuk mempelajari sastra dan kebudayaan Arab yang kompleks. Gagal sering terjadi akibat kurangnya keuletan dan hafalan.
Fakultas Dirasat Islamiyyah wal-Arabiyyah
Kurang populer di kalangan Indonesia, fakultas ini menggabungkan materi Syariah, Ushuluddin, dan Lughah. Materi terbanyak menuntut belajar rutin agar tidak menumpuk sebelum ujian. Keunggulannya, lokasinya dekat (15 menit) dari 10th District dengan banyak opsi transportasi.
Fakultas baru ini dekat dengan 10th dan 7th District. Mengajarkan keterampilan dakwah, sejarah dakwah Rasul, aliran keagamaan, syariah, ushul, hadits, dan tafsir. Dosennya adalah dai terkenal, tapi sedikit mahasiswa Indonesia, jadi siap jadi “single fighter”.
Fakultas Dirasat al-Islamiyyah (Khusus Putri)
Terbagi dalam tiga jurusan:
- Jurusan Syariah Islamiyyah:
- Syari’ah Islamiyah
- Syari’ah wa Al-Qanun
- Jurusan Ushuluddin:
- Tafsir dan Ulum Al-Qur’an
- Hadist dan Ulum Al-Hadist
- Aqidah dan Filsafat
- Jurusan Lughah al-‘Arabiyyah
Penutup
Pilih fakultas sesuai minat dan kemampuan. Bergabunglah dengan komunitas mahasiswa Indonesia di Kairo untuk dukungan. Semoga sukses studi di Al-Azhar
Sumber: Informasi Al-Azhar


and then














