Tips Puasa di Musim Dingin: Jangan Anggap Remeh!

waktu baca 4 menit
Sc: pixabay.com

Tak terasa ya gais, sebentar lagi kita akan bersua dengan Ramadan. Padahal sepertinya baru kemarin deh kita bertemu dengannya. Oh ya, namun sepertinya puasa di Mesir kali ini kita akan sedikit menghadapi hal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kalau biasanya kita lebih identik dengan panas menyengat, siang yang panjang, dan pengen banget minum asob dingin saat berbuka, maka sepertinya hal ini akan berubah 180 derajat. Sebab yang akan kita hadapi di awal Ramadan sekarang adalah hawa dingin menusuk yang bikin air wudu terasa seperti uji nyali, terlebih bagi rumahnya yang kere dan gak punya sakhonah. Belum lagi, sahur bakal jadi tantangan tersendiri, karena kantuk yang gak ketulungan di tengah dingin membuat kita hoream untuk lepas dari kehangatan selimut.

Karena itu, sebelum Ramadhan benar-benar datang, ada baiknya kita mulai prepare. Harus diakui memang, puasa di musim dingin ada tantangan tersendiri. Tapi dengan strategi yang joss, kita bisa menjalani ibadah ini dengan lebih nyaman dan optimal. Karena itu, di tulisan kali ini ada beberapa tips puasa di musim dingin yang bisa antum terapkan, apa aja tuh? Cekidot.

1. Tetap Banyak Minum

Udara dingin sering kali menipu kita. Karena tidak merasa haus, kita jadi malas minum. Padahal, tubuh tetap butuh cairan agar tidak dehidrasi. Jika kurang minum, bisa jadi tubuh malah lebih cepat lelah dan konsentrasi menurun selama puasa. Jangan sampai kelembapan tubuh berkurang hanya karena kita merasa baik-baik saja.

Kita bisa terapkan aturan 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah tarawih sampai sebelum tidur, dan dua gelas lagi saat sahur. Dengan cara ini, tubuh tetap terhidrasi dengan baik tanpa harus minum dalam jumlah berlebihan sekaligus, yang justru bisa membuat perut terasa kembung dan jadi mager.

2. Pilih Makanan yang Bisa Menghangatkan Tubuh

Kalau biasanya kita buru-buru cari asob saat berbuka, kali ini coba geser ke yang lebih menghangatkan. Teh dengan na’na, kurma dengan susu panas, atau bahkan semangkuk fuul dan roti baladi bisa jadi pilihan yang lebih pas. Makanan-makanan ini bisa membantu tubuh tetap hangat sekaligus memberikan energi yang cukup untuk menjalani ibadah di malam hari.

Hindari makanan yang terlalu berminyak atau manis berlebihan. Makanan berminyak bisa membuat tubuh terasa lebih berat dan mudah mengantuk, sedangkan yang terlalu manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun, membuat kita jadi lebih cepat lapar.

3. Pakai Pakaian yang Nyaman dan Hangat

Sahur di musim dingin itu tantangan tersendiri. Mengantuk, dingin, dan perut belum terasa lapar. Maka dari itu, pastikan antum tetap memakai pakaian yang cukup hangat biar nggak kedinginan saat bangun sahur. Pakaian berlapis bisa jadi solusi agar suhu tubuh tetap stabil tanpa perlu selimut tebal saat makan sahur.

Selain itu, saat pergi ke masjid untuk tarawih atau shalat subuh, jangan lupa pakai jaket atau syal. Udara dingin di luar bisa jauh lebih menusuk daripada yang kita rasakan di dalam rumah. Dengan pakaian yang tepat, ibadah pun bisa lebih nyaman tanpa terganggu rasa dingin yang menusuk tulang.

4. Jangan Malas Gerak

Musim dingin memang bikin kita lebih betah menjadi kepompong, tapi kalau kebanyakan rebahan, tubuh bisa terasa lebih lemas. Terlalu banyak diam juga bisa memperlambat metabolisme, yang justru membuat kita lebih mudah merasa kedinginan dan tidak bertenaga.

Coba tetap aktif bergerak, minimal war musaadah atau jalan-jalan pake kaki setelah tarawih biar badan tetap fit dan nggak gampang masuk angin. Atau kalau bisa ya workout tipis-tipis di kamar, seperti stretching, push up, dan yang semisalnya.

5. Gunakan Pelembap untuk Kulit dan Bibir

Udara dingin cenderung bikin kulit lebih kering, terutama di bagian tangan dan bibir. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan iritasi atau bahkan pecah-pecah yang membuat tidak nyaman. Apalagi, berwudu berkali-kali dalam sehari bisa semakin mengurangi kelembapan kulit kita.

Jadi, jangan lupa pakai pelembap atau lip balm biar nggak sampai pecah-pecah dan sakit. Pastikan juga untuk menggunakan pelembap yang tidak mengandung alkohol agar tidak semakin membuat kulit kering. Jika perlu, gunakan sarung tangan saat keluar rumah agar tangan tetap terlindungi dari udara dingin.

6. Manfaatkan Malam yang Panjang untuk Ibadah

Ini nih salah satu keuntungan puasa di musim dingin: malam lebih panjang! Artinya, kita punya lebih banyak waktu untuk tarawih, membaca Al-Qur’an, atau sekadar muhasabah diri. Dengan malam yang lebih lama, kita bisa memaksimalkan ibadah tanpa terburu-buru karena waktu sahur masih cukup jauh.

Namun, jangan sampai ini justru membuat kita tidur terlalu larut hingga kesulitan bangun untuk sahur atau shalat subuh. Atur jadwal dengan baik agar bisa tetap beristirahat cukup tanpa mengorbankan ibadah. Manfaatkan waktu dengan bijak agar Ramadhan kali ini benar-benar lebih bermakna.

Ramadan di musim dingin ini bisa jadi pengalaman yang unik dan berkesan. Dengan persiapan yang baik, kita tetap bisa menjalani puasa dengan lancar dan menikmati ibadah dengan nyaman. Yuk, persiapkan diri dari sekarang agar kita bisa menyambut bulan suci ini dengan kondisi yang lebih siap dan semangat!

Login Via Google untuk komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Install MyESI

Install
×
PWA Add to Home Icon

Install this MyESI App on your iPhone PWA Add to Home Banner and then Add to Home Screen

×

Semua Fitur MyESI App

Al-Quran

Hadits

Talaqqi

Tulis

Kuliah

Maps

Market

Web Masisir

Kitab

Wirid & Doa

E-Learning

Maulid

Intif Mesir

DKKM

Qiblat

Copyright © 2026 MyESI App
All rights reserved.