Menaklukkan Muqarrar Al-Azhar Demi Meraih Nilai Mumtaz

waktu baca 2 menit

Oleh: Nadiah Shohwah

Kairo, ESI — Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, Universitas Al-Azhar kembali menyambut kedatangan lebih dari 1.500 mahasiswa baru asal Indonesia. Jumlah ini menambah semarak atmosfer keilmuan di Kairo, bersanding dengan ribuan mahasiswa lokal Mesir dan para wafidin (mahasiswa asing) dari berbagai belahan dunia lainnya.

Namun, masa awal perkuliahan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa baru Indonesia. Terdapat dua kendala utama yang kerap dihadapi: Pertama, kesulitan memahami penjelasan para duktur (dosen) karena penggunaan bahasa ‘ammiyah (bahasa pasaran) sebagai pengantar, yang sangat berbeda dengan bahasa fushah (bahasa resmi) yang dipelajari di tanah air. Kedua, tingkat kesulitan muqarrar (buku paket/diktat kuliah) yang cukup tinggi jika tidak dijabarkan secara rinci, sehingga pemahaman mahasiswa terhadap materi menjadi kurang sempurna.

Pembukaan Kajian Muqarrar ESI
Suasana pembukaan Kajian Muqarrar ESI di Kairo.

Inisiatif Kajian Muqarrar ESI

Keresahan akademik ini memicu kepedulian para mahasiswa tingkat atas untuk membantu adik-adik kelas mereka. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menyelenggarakan program Kajian Muqarrar To Be Mumtaz yang diinisiasi oleh Egypt Student Information (ESI).

Program ini resmi dibuka pada Rabu (2/10/2019) di IKADAQU Center, Kairo. ESI memfasilitasi pembahasan muqarrar terberat dari tiga fakultas utama: Ushuluddin, Syariah Islamiyah, dan Syariah wal Qanun. Menariknya, dari delapan pengajar yang dihadirkan, enam di antaranya merupakan mahasiswa tingkat II dan III yang juga anggota aktif ESI.

“Kami melibatkan rekan-rekan tingkat dua dan tiga sebagai pengajar sebagai bagian dari upaya ESI dalam melatih kader-kader yang kompeten dalam menguasai dan mengajarkan muqarrar,” jelas Alfiraz Jamalullail, Ketua Pelaksana Kajian Muqarrar.

Alfiraz Jamalullail
Alfiraz Jamalullail, Ketua Pelaksana Kajian Muqarrar ESI.

Pesan CEO ESI: Prioritaskan Keilmuan

CEO ESI, H. Akhmad Yani, Lc., dalam sambutannya memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan akademik semacam ini harus lebih diprioritaskan dibandingkan kegiatan hiburan atau olahraga.

“Orang-orang yang kita bantu belajar saat ini adalah individu pilihan yang berpotensi menjadi tokoh hebat dan pendakwah di daerahnya masing-masing kelak. Saya juga berharap agar teman-teman mahasiswa mulai membiasakan diri berinteraksi menggunakan bahasa Arab, baik dalam forum formal maupun harian, untuk mempertajam kemampuan bahasa kita,” pesan Akhmad Yani saat membuka kegiatan.

Melalui program ini, diharapkan para mahasiswa baru dapat mempertahankan semangat belajar mereka dan mampu memahami materi kuliah dengan baik, sehingga cita-cita meraih nilai Mumtaz dapat terwujud nyata saat ujian nanti.

Editor: Ambang Fajar Bagaskara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

...x dibaca

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi!

Silakan masuk untuk menulis komentar

Sign In Google

Terkait .

Paling Populer .

Filter Kajian

Berdasarkan Lokasi:

Bidang Ilmu:

Tingkatan Kajian:

Semua Layanan MyESI

Pusat akses cepat portal mahasiswa

Quick Menu Saya
Layanan & Fitur Portal
ESI Logo
Portal ESI Masisir © 2026. All rights reserved.