Mengenal Manhajiyyah At-Ta’allum: Pedoman Belajar Ilmu Agama ala Al-Azhar
Oleh: Muhammad Jundullah

Kairo, ESI — “Bagaimanakah konsep belajar ilmu-ilmu agama dengan benar, agar pemahaman yang didapatkan bisa tepat?” Inilah pertanyaan mendasar yang sering kali terbersit di benak para thalibul ‘ilmi (penuntut ilmu), khususnya bagi mereka yang baru saja menjejakkan kaki di bumi Kinanah, Mesir.
Bagi mahasiswa baru, atmosfer keilmuan di Mesir bisa menjadi tantangan tersendiri. Jadwal talaqqi yang sangat padat di berbagai madyafah dan ruwaq sering kali memicu kebingungan: pelajaran mana yang harus didahulukan? Belum lagi limpahan kitab-kitab turats berkualitas dengan harga terjangkau yang menggoda untuk segera dibeli tanpa tahu kapan akan dibaca. Dilema ini tak jarang membuat pelajar mengikuti kajian tanpa pemahaman yang matang, atau lebih fatal lagi, salah dalam memilih tingkatan kitab yang mengakibatkan kekeliruan dalam menyerap ilmu.
Solusi Terukur bagi Penuntut Ilmu Pemula
Menghadapi polemik tersebut, penuntut ilmu memerlukan sebuah peta jalan atau pedoman yang jelas. Buku berjudul “Manhajiyyah At-Ta’allum” karya Dr. Ahmad Nabawi hadir sebagai salah satu rujukan yang sangat direkomendasikan. Sebagaimana tertera pada sampulnya, buku ini memuat daftar kitab-kitab krusial yang perlu dikaji (ta’allum) maupun dibaca secara mandiri (muthola’ah) oleh para pelajar.
Kelebihan utama buku ini adalah penyusunan daftar kitab yang dilakukan secara sistematis berdasarkan mustawa atau tingkatan kemampuan pelajar. Dr. Ahmad Nabawi membaginya ke dalam tiga tahapan:
- Mubtadi’ (Pemula): Dasar-dasar keilmuan untuk membangun fondasi.
- Mutawassith (Menengah): Pendalaman materi dengan cakupan yang lebih luas.
- Muntahi (Lanjut): Penguasaan tingkat akhir untuk spesialisasi keilmuan.
Seluruh klasifikasi ini disusun selaras dengan manhaj Universitas Al-Azhar. Buku ini juga membedakan antara kitab kategori ta’allum yang wajib dipelajari langsung di bawah bimbingan para masyayikh, serta kategori muthola’ah yang berfungsi sebagai rujukan pelengkap untuk memperluas cakrawala berpikir.
Pentingnya Urutan dalam Menuntut Ilmu
Kategorisasi ini bertujuan untuk memberikan kerangka pemahaman yang kokoh. Dalam menuntut ilmu, kita wajib merunut dari dasar secara bertahap menuju tingkat yang lebih tinggi. Meloncati tahapan-tahapan ini sangatlah berisiko, karena dapat membuat struktur pemahaman menjadi berantakan dan berujung pada kesalahan fatal dalam ber-istinbath.
Dengan hadirnya buku ini, diharapkan para pelajar dapat menata rencana belajar mereka dengan lebih terstruktur. Melalui metode yang tepat sesuai manhaj Al-Azhar, diharapkan lahir generasi ulama yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga mukhlis dalam mendakwahkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Penyunting: Ambang Fajar Bagaskara

