Mengupas Dunia Perkuliahan Al-Azhar Bersama Tazkeeya dan Senat Syariah Islamiyah
Oleh: Siti Nur Hasanah
Kairo, ESI — Guna membekali mahasiswa baru dengan kesiapan akademik yang matang, lembaga bimbingan belajar Tazkeeya bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah (SEMA-FSI) menggelar seminar bertajuk “Mengupas Dunia Perkuliahan”. Acara ini berlangsung pada Sabtu (21/9/2019) di Aula Griya Jawa Tengah, Hay Asyir, Madinat Nasr.
Seminar ini dipandu oleh Ridha Humaidi sebagai moderator dan menghadirkan narasumber utama Khalilurrohman, Lc., Dipl., yang merupakan alumni S1 Syariah Islamiyah Al-Azhar. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkenalkan ekosistem intelektual dan birokrasi kampus kepada angkatan Tazkeeya agar mereka memiliki peta jalan yang jelas dalam menempuh studi di bumi Kinanah.
Keunggulan Fakultas Syariah Islamiyah
Dalam pemaparannya, Khalilurrohman menjelaskan alasan strategis mengapa memilih Fakultas Syariah Islamiyah. Salah satu keunggulan utama fakultas ini adalah sistem pembelajarannya yang mendalami fikih secara bermazhab secara komprehensif, sebuah metode yang tidak ditemukan secara spesifik di fakultas-fakultas lainnya. “Ilmu yang paling mendesak kebutuhannya di tengah masyarakat adalah ilmu fikih, dan di sinilah tempat terbaik untuk mendalaminya,” tuturnya.
Namun, beliau juga mengingatkan bahwa dunia perkuliahan di Al-Azhar memiliki tantangan yang tidak ringan. Para mahasiswa akan berhadapan dengan kitab-kitab tingkat muntahi (lanjut) dan sistem dirosah nashiyah (kajian teks orisinal) yang membutuhkan waktu serta ketelitian ekstra untuk memahaminya. Penguasaan bahasa Arab yang kuat menjadi prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Membangun Mentalitas Penuntut Ilmu
“Sebagai mahasiswa Al-Azhar, kita tidak boleh memiliki mentalitas yang manja. Ilmu hanya bisa didapatkan melalui kesungguhan dan susah payah. Al-Azhar membutuhkan pribadi yang kuat secara intelektual dan spiritual, bukan mereka yang mudah menyerah saat menghadapi kesulitan teks,” tegas Khalilurrohman di hadapan para peserta.
Ridha Humaidi dalam sambutan pembukaannya juga menekankan peran penting mahasiswa sebagai agen perubahan bagi masa depan Indonesia. Antusiasme peserta nampak dari sesi diskusi yang dinamis, menunjukkan besarnya keinginan mahasiswa baru untuk segera beradaptasi dengan ritme pendidikan di universitas Islam tertua di dunia tersebut.
Reporter: Siti Nur Hasanah
Editor: Zaenal Mustofa

