Mengejar Gerbong Keilmuan Syekh Husam Ramadhan Melalui Program Rumah Tamhid
Oleh: Syekh Abdallah
Kairo, ESI — Sebuah langkah strategis bagi para penuntut ilmu di Kairo kini mulai diinisiasi. Berawal dari keresahan mengenai kompleksitas materi yang disampaikan dalam majelis keilmuan, penulis berkesempatan menghadap langsung kepada Syaikhul Mu’allim Fadhilat Syekh Husam Ramadhan untuk mendiskusikan solusi bagi mahasiswa yang merasa tertinggal dalam menangkap intisari pelajaran beliau.
Melihat rekam jejak pengajaran beliau yang senantiasa mengalami peningkatan level di setiap daurah, diperlukan sebuah mekanisme khusus untuk menjaga konsistensi pemahaman mahasiswa. Semakin maju tingkatan sebuah kitab, tentu semakin besar pula prasyarat keilmuan yang harus dikuasai. Tanpa pondasi yang kokoh, para pelajar rentan ‘terseret’ dalam mengikuti laju pembahasan yang mendalam.
Sebagai solusi, dengan restu dan persetujuan Syekh Husam, kini resmi dibuka rumah-rumah mudzakarah (diskusi ilmu) khusus bagi para penuntut ilmu dari rumpun Melayu (Indonesia dan Malaysia) yang diberi nama “Rumah Tamhid”.
Konsep Belajar Kolektif dan Berfokus
Setiap pelajar memiliki gaya belajar yang unik. Ada mereka yang memerlukan lingkungan yang mendukung (environment) untuk mencapai hasil optimal. Rumah Tamhid hadir untuk memfasilitasi tipe pembelajar yang membutuhkan kebersamaan dan saling mengingatkan dalam perjalanan panjang menuntut ilmu. Sebagaimana pepatah mengatakan, “If you want to walk fast, walk alone. But if you want to walk far, walk together.”
Peserta program ini diwajibkan untuk tinggal secara menetap di rumah yang telah disepakati untuk menjamin fokus dan disiplin. Kurikulum yang diterapkan disusun selama 2 hingga 3 tahun dengan metode penyelesaian paket video dars secara kolektif:
- Tahun Pertama: Fokus pada ilmu Mantiq dan Nahwu dasar (Syarah Syaikh Damanhuri terhadap Sullam, Syarah Al-Fanari terhadap Isaghuji, dan Syarah Syaikh Khalid Azhari terhadap Ajurrumiyah).
- Tahun Kedua: Pendalaman Bayan-Balaghah dan Akidah (Syarah Syaikh Dardir terhadap Tuhfatul Ikhwan, Syarah Imam Sanusi terhadap Ummul Barahin, serta ilmu Maqulat).
- Tahun Ketiga: Tingkat Menengah (Mutawassith) mencakup Syarah Syaikh Khobishi terhadap Tahdzib dan Alfiyah Ibni Malik.

Menumbuhkan Budaya Mudzakarah Digital
Salah satu target utama Rumah Tamhid adalah membiasakan mahasiswa melakukan mudzakarah melalui media video dars. Mengingat gaya mengajar Syekh Husam yang sangat memberikan perhatian pada dokumentasi video, kemampuan mahasiswa untuk menyimak, merangkum, dan mendiskusikan kembali isi video menjadi sangat krusial.
Kegiatan rutin harian mencakup penyimakan video, pertukaran pikiran, hingga mengikuti jadwal dars langsung bersama Syekh Husam. Targetnya adalah 5 hingga 6 pertemuan mudzakarah intensif setiap pekannya, dengan durasi antara 2 hingga 5 jam per pertemuan.
Program ini bukan sekadar tentang kuantitas waktu, melainkan tentang kualitas interaksi dengan ilmu. Syekh Husam Ramadhan sangat mendukung inisiatif ini, bahkan beliau menyebutkan peran ini sebagai Mu’id (asisten pengajar) dalam tradisi lembaga keilmuan klasik. “Jika sewaktu-waktu kalian memerlukan saya untuk hadir memberikan semangat di tengah-tengah kalian, saya akan hadir,” pesan beliau dengan hangat.
Bagi para pejuang ilmu yang siap berkomitmen mengejar ‘gerbong’ keilmuan ini, informasi pendaftaran dan seleksi wawancara dapat diakses melalui saluran komunikasi grup WhatsApp resmi Rumah Tamhid.
#SyekhHusam #RumahTamhid #Masisir #Mudzakarah #ThalibulIlmi #DaurahIlmu

